Penting Kualitas atau Kuantitas dalam Memulai Membuat Konten?

Penting Kualitas atau Kuantitas dalam Memulai Membuat Konten

Media sosial saat ini memiliki pertumbuhan jumlah pengguna yang sangat tajam. Beberapa tahun yang lalu, tidak ada yang sangka jika media sosial akan menjadi platform yang dapat diandalkan dalam menjangkau lebih banyak audiens.

Contoh saja Instagram, salah satu media sosial yang efektif untuk membangun bisnis seperti online shop, retail, travel, food and beverage, dan bidang usaha lainnya.

Selain bisnis, juga banyak pengguna yang menggunakan media sosial untuk membangun identitas diri atau personal branding. Saya bisa katakan, personal branding saat ini merupakan salah satu profesi baru di era digital saat ini.

Salah satu manfaat membangun personal brand adalah memiliki audiens yang dapat Anda monetisasi dengan cara menawarkan produk milik Anda sendiri, bekerjasama dengan sebuah brand dalam mengiklankan produk, dan masih banyak lagi cara monetisasi lainnya.

Dalam membangun bisnis atau personal brand di media sosial, Anda harus membuat konten yang dapat membuat audiens tertarik mengikuti akun Anda.

Disinilah kendalanya.

Banyak pemula yang terlalu banyak 'buang waktu' untuk memikirkan soal kualitas ketika ingin mulai membuat konten.

Ketika Anda belum membagikan konten pertama Anda, menilai sebuah kualitas konten merupakan opini Anda sendiri. Bukan apa yang audiens 'sebenarnya' butuhkan.

Terlalu banyak memikirkan soal kualitas, hanya akan membuat Anda semakin lambat dalam memproduksi konten.

Disaat kompetitor sudah menggunakan waktu untuk menciptakan ratusan atau bahkan ribuan konten, Anda masih sibuk memikirkan kualitas yang belum tentu audiens Anda butuhkan.

Bagi saya, mengutamakan kuantitas lebih baik dari kualitas. Kuantitas dapat mendatangkan kualitas yang 'sebenarnya'.

Dengan memproduksi banyak konten dan mempostingnya, Anda akan mendapatkan lebih cepat 'respon' dari audiens Anda. Respon itulah yang sebenarnya Anda butuhkan, yang membuat Anda dapat menciptakan konten berikutnya dengan 'kualitas yang lebih baik' yang audiens Anda butuhkan.

Kualitas bisa diperdebatkan. Bersifat subjektif.

Tapi...

Kuantitas tidak bisa diperdebatakan. Bersifat objektif.
Blogger
Disqus

2 komentar

salut deh, gak nyangka banget nemuin blog 2016 dan update tepat di bulan april 2020. oiya, salam kenal, btw habis nyelem di ads.id pada artikel agan tentang Vamor

Balas

wih mas udah lama banget 4 tahun gak update nih blog haha salut lah ams sukses ya

Balas